3.06.2005

Lagi Nger-jain Proyek Akunting

Minggu pagi yang dingiin... brrrr..rrr
Lewati banyak aral menuju hemat :)
Sudah ber-azzam hari ini, tidak lagi bermanja diri dengan rupiah yang belum melimpah.

Dibalik suasana dingin, pengen juga ngomongin BBM. Bukan dari sudut kritikus, masalah kebijakan, biarlah urusan pemerintah dengan jajarannya. Kalo berdosa atas kebijakannya, tanggung sendiri :P
dimulai dari pandangan mata:
Supir angkutan dan kenek bis kota, lumayan ramah dalam menyikapi kenaikan BBM. Sampai sekarang, belum nemuin penumpang dan kenek/sopir angkutan yang adu panco uppss.. adu mulut gara" ongkos naik. Alhamdlillah deh, toh semua nge-rasain enggak enak-nya.
lalu harapan :
Kalau boleh jujur, memang lebih baik BBM ber-subsisi, tapi.. interaksi santun dan pengertian diantara masyarakat lebih terdamba untuk saat ini.
ditambah fenomena :
Berbincang dengan supir angkot kemarin malam, taukah.. dia tidak memungut ongkos dari anak sekolah. Harapannya, supir angkot yang lain (entah siapa) juga akan berlaku baik terhadap anaknya. Mungkinkah? Kenapa tidak, pernahkah terpikir, ketika kita memberikan duduk terhadap orang renta dibus kota, orang tua kitapun akan diperlakukan demikian oleh orang lain? Saya pernah, dan beberapa dari sahabatpun berfikir seperti itu. Dan dalam banyak kejadian, terbukti lowh.. ada ayatnya sih:

" Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula)." (Arrahman:60)

"Dan dikatakan kepada orang-orang yang bertakwa: "Apakah yang telah diturunkan oleh Tuhanmu?" Mereka menjawab: "(Allah telah menurunkan) kebaikan." Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (pembalasan) yang baik. Dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa" (An-Nahl:30)

tuwh kan, gimana, tertarik ngga (berbuat kebaikan) ?

hhmm, kalimat yang tepat untuk perasaan pada detik ini:
"Banyak belajar, dan jangan remehkan siapapun!"

______
note:
Kalau rakyat bersatu atas keindahan Islam, dalam akhlak dan kebaikan, terserahlah pemerintah mau berbuat apa. (ketika lebih berharap pada rakyat, dari pada SBY)

0 Comments:

Post a Comment

<< Home